Mahasiswa Tekpal UMI Minta Kasus Penembakan Rekannya Segera di Usut

Tawuran
Tawuran

Selamat Datang Lagi Di Hasni.com -Mahasiswa Teknik Pecinta Alam (Tekpal) Universitas Muslim Indonesia (UMI) meminta kasus penembakan yang menimpa Muhammad Nur segera diusut. Pengungkapan kasus penembakan mahasiswa Fakultas Hukum UMI itu dinilai bisa menenangkan suasana kampus.

“Kita minta aparat kepolisian mengusut kasus penembakan ini supaya jelas. Karena organisasi kami Tekpal UMI, tidak tahu menahu tentang kasus ini,” ujar Muhammad Saleh anggota Tekpal UMI kepada detikcom, Rabu (11/5/2011).

Menurutnya, akibat kasus penembakan tersebut organisasinya seolah-olah dituduh menjadi biang keladinya. Meskipun ia membenarkan sempat terjadi bentrokan antara mahasiswa Tekpal dengan Mapala yang tak lain organisasi M Nur.

“Ketua kami, Jamil memang menelpon ketua Mapala (Halik), tapi itu sebatas klarifikasi dan bertanya siapa yang menyerang Tekpal, bukan untuk nantang. Jadi tidak benar kalau kami (Tekpal) menantang Mapala,” terangnya.

Untuk mencairkan ketegangan di kampus, mahasiswa fakultas teknik yang tergabung dalam Tekpal meminta aparat segera menemukan pihak-pihak yang menembak M Nur. Bila dalam hasil pengembangan ternyata ada anggota Tekpal yang terlibat, polisi diminta memproses yang bersangkutan.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada anggota kami yang terlibat, tapi seandainya nanti memang ada indikasi ke sana, kita serahkan pada proses hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Muhammad Nur, mahasiswa Fakultas Hukum UMI ditembak oleh dua pria misterius yang berboncengan sepeda motor di Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar. Ia ditembak di bagian tengkuknya.

Kasus ini bermula saat Muhamamd Nur pulang dari kuliah di kampusnya, di Jalan Urip Sumoharjo, menuju asramanya di Jalan Abdullah Daeng Sirua, Selasa (10/5/2011). Saat ini korban sudah dirawat di UGD RS Ibnu Sina yang terletak di depan kampus UMI.

Menurut Koplo, rekan korban yang ditemui di RS Ibnu Sina, dia mencurigai kasus penembakan ini diduga berkaitan dengan peristiwa bentrokan yang terjadi di kampus UMI, Senin minggu lalu. Korban merupakan anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UMI. Ia menduga pelaku merupakan anggota Teknik Pencinta Alam.

Koplo menambahkan, siang tadi Ketua Mapala UMI, Halik ditantang lewat telepon oleh Jamil, Ketua Tekpal, untuk mempersiapkan kawan-kawannya untuk bentrok siang tadi di kampusnya. Namun, bentrokan tersebut urung terjadi.

Sementara itu Wakil Rektor III UMI, Prof Ahmad Gani yang ditemui menyebutkan kasus yang melibatkan mahasiswanya belum dapat disimpulkan berkaitan dengan bentrokan yang terjadi di kampusnya. Pihaknya sudah melaporkan kasus ini pada pihak kepolisian untuk diusut tuntas.