Pippa Middleton Ditawari Main Film Porno

Pippa Middleton

Pippa Middleton

Welcome Back in Hasni.com -Hanya seminggu setelah foto dugemnya sambil berbikini, adik Kate Middleton, Pippa Middleton, ditawari main film porno. Tidak tanggung-tanggung, Pippa diimingi bayaran Rp42,7 miliar untuk satu adegan.

Pendiri rumah produksi film porno, Vivid Entertainment, Steven Hirsch, mengirimkan surat kepada Pippa pada 6 Mei. Isinya, merayu Pippa agar mau membuka pakaian di depan kamera.

“Sejauh yang saya perhatikan, Anda adalah bintang bagian dari Royal Wedding baru-baru ini. Saat saya menonton acara, saya berpikir bahwa dengan kecantikan dan sikap Anda, Anda bisa menjadi bintang dewasa sangat sukses. Minggu ini setelah melihat foto Anda bersenang-senang di sebuah pesta, saya memutuskan untuk menawarkan peran dalam salah satu film kami yang terbaru,” kata Steven dalam suratnya kepada Pippa.

Steven juga meyakinkan Pippa bisa memilih sendiri lelaki yang diinginkannya untuk dijadikan lawan main dalam film porno. Demikian dilansir Hasni.com, Senin (9/5/2011).

Tak cuma Pippa yang ditawari, kakaknya, James, juga diiming-imingi bayaran untuk mau beradegan porno.

“Jika Anda mau menawari James, dia juga bisa tampil di film berbeda dengan bayaran Rp8,5 miliar,” sebut Steven dalam suratnya.

Sejak Kate Middleton diperistri Pangeran William, keluarga Kate ikut disorot publik. Perhatian masyarakat dunia tertuju kepada Pippa yang menjadi pengiring Kate saat menikah di Westminster Abbey, 29 April 2011. Apalagi, foto Pippa sedang dugem sambil berbikini ditemani seorang lelaki beredar di dunia maya, pekan lalu.

Perihal foto tersebut, menurut keluarga Middleton, foto diambil oleh teman Pippa, kemudian dijual ke media massa dengan bayaran mahal.

“Seluruh keluarga sangat marah. Mereka melihatnya sebagai pengkhianatan,” kata sumber yang dekat dengan keluarga Middleton.

Baru-baru ini dilaporkan, keluarga Middleton berhasil menghentikan peredaran foto-foto dengan menekan forografer tentang hak cipta foto.

John Camarillo dari Zuma Press, sebuah lembaga gambar Amerika, berkata, “Gambar-gambar ditarik dari peredaran. Foto hanya beredar beberapa hari. Foto itu terlalu populer dan itulah mengapa foto ditarik.”