Pandemi Penyakit Lebih Ngeri Daripada Ramal-meramal Kiamat

Pandemi

Pandemi

datang lagi di Hasni.com -Ramalan kiamat yang diumumkan jaringan radio milik kelompok fundamentalis Kristen di California AS bakal terjadi pada 21 Mei 2011 tidak terbukti. Sebagian besar orang meyakini adanya kiamat sebagai hal yang misterius yang susah diramal. Dari pada meramal-ramal datangnya kiamat, pakar kesehatan menilai ancaman pandemi penyakit lebih mengerikan.

“Ya saya tahu dunia akan berakhir suatu saat nanti, tapi saya tidak punya keinginan untuk mengetahui kapan dan bagaimana itu akan terjadi. Kita sudah memiliki banyak hal yang perlu lebih dikhawatirkan seperti pandemi penyakit yang tidak terkendali, perubahan pola cuaca,” kata konsultan kesehatan Dr Manny Alvarez seperti dilansir dari tulisannya di Foxnews, Selasa (24/5/2011).

Menurut Dr Manny, meski tanggal 21 Mei 2011 tidak terjadi kiamat, kita tetap diingatkan bahwa hidup ini berharga dan harus melakukan segala yang terbaik semasa hidup untuk membuat hidup itu bermakna bagi diri sendiri maupun orang di sekitar.

Dr Manny menyarankan untuk mengambil hal positif dari apa yang diumumkan penyiar radio kelompok kristen fundamentalis Harold Camping bahwa kiamat akan datang 21 Mei 2011 dan kehancuran total terjadi 21 Oktober 2011. Pesan positifnya menurut Dr Manny, kita diingatkan untuk tidak melupakan sang pencipta dan semua makhluk hidup pasti akan mati.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih mencatat beberapa penyakit yang berpotensi menjadi pandemik (mewabah) di seluruh dunia. Meski penelitian ilmiah sudah banyak membantu pencegahan penyakit ini namun potensi ancaman tidak hilang. Kenaikan ancaman penyakit pandemik yang mewabah ke seluruh dunia terjadi karena lalu lintas orang bepergian kian meningkat seperti wabah flu.

Penyakit-penyakit membahayakan yang masih menjadi ancaman pandemi dunia adalah:

1. Tuberkulosis (TB/TBC)
TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang semua bagian tubuh tapi yang terbanyak adalah paru-paru. Orang yang terkena TB bisa menularkan ke orang lain melalui sistem pernapasan. Penyakit TB kini makin sulit disembuhkan setelah ditemukannya virus yang bermutasi XDR-TB yang kebal terhadap obat-obat yang ada saat ini

2. Polio
Polio disebabkan oleh virus yang termasuk genus enterovirus famili Picornavirus yang menyebabkan penderitanya lumpuh layu. Virus ini tahan terhadap pengaruh fisik dan bahan kimia. Virus ini juga dapat hidup dalam tinja penderita selama 90-100 hari. Virus ini dapat bertahan lama pada air limbah dan air permukaan, bahkan dapat sampai berkilo-kilometer dari sumber penularan.

3. Influenza (flu)
Influenza adalah penyakit menular yang menyerang saluran napas, dan sering menjadi wabah yang diperoleh dari menghirup virus influenza. Penyebab penyakit ini adalah Virus Influenza tipe A, B, dan C. Virus influenza kini telah berkembang menjadi banyak varian flu yang bisa sangat mewabah dan mematikan.

4. Malaria
Malaria telah membunuh 2 juta orang per tahun dan menyebabkan 400 hingga 900 juta kasus deman setiap tahunnya. Parasit malaria ditularkan oleh nyamuk, dan mereka berkembang biak di sel darah merah. Gejalanya seperti anemia, demam, mual, dan pada beberapa kasus ekstrem dapat menyebabkan koma hingga kematian. Malaria merupakan permasalahan terbesar di daerah tropik dan subtropik di dunia.

5. Cacar
Cacar air yang disebabkan virus Varicella Zoster ini bersifat menular. Pada kulit penderita akan ditemukan sekumpulan bintik-bintik kecil, bersisi cairan, atau keropeng. Bintik-bintik tersebut membuat penderita merasa gatal. Efek jangka panjangnya adalah cacat pada kulit, infertilitas, dan kadang-kadang kebutaan. Gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, nyeri tubuh dan ruam.

Penyakit cacar ini telah membunuh sekitar 60 juta orang di Eropa pada abad ke-18. Dan diperkirakan 300-500 juta kematian di seluruh dunia pada abad ke-20 diakibatkan oleh penyakit ini juga.

6. Kolera
Kolera (cholera) adalah penyakit infeksi saluran usus. Sifat kolera akut, penyebabnya bakteri Vibrio cholerae. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh seseorang melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Di dalam usus bakteri mengeluarkan enterotoksin (racunnya). Akibatnya penderita terserang diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat. Akibat lanjut, penderita kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada kondisi dehidrasi yang bisa mematikan.

7. Pes
Penyakit pes yang lebih dikenal dengan “Black Death“, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pesti, paling sering dibawa oleh hewan pengerat dan kutu. Pada abad pertengahan, jutaan orang di seluruh Eropa meninggal karena wabah yang diakibatkan oleh kutu tikus yang banyak terdapat di rumah-rumah dan perkantoran.

Sekarang telah ada antibiotik yang efisien mengobati penyakit ini jika terdeteksi secara dini. Namun jika seseorang telah terinfeksi dan tidak segera diobati, cenderung menyebabkan kematian. Wabah pes ini terkadang masih terjadi pada masyarakat di pedesaan.

8. Tifus
Tifus masih lazim di negara-negara berkembang, sehingga para wisatawan asing harus divaksinasi terhadapnya. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang dibawa ke aliran darah dan saluran pencernaan.

Gejala-gejala tifus seperti demam yang berkelanjutan, lemah, sakit perut, sakit kepala dan hilangnya nafsu makan. Pada beberapa kasus, terdapat ruam dan bintik-bintik merah pada pasein. Demam tifus biasanya diobati dengan antibiotik yang dapat menghilang infeksi selama 2-3 hari.

9. Demam Kuning
Demam kuning adalah penyakit virus mematikan yang ditularkan oleh nyamuk. Pemberian nama ini karena pasien yang terinfeksi bisa tampak kuning. Belum ada obat untuk menyembuhkan demam kuning ini. Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan mengurangi gejala-gejala pasien, seperti demam, sakit perut, muntah, serta pendarahan dari mulut, hidung dan mata.

Ada 30.000 kematian akibat demam kuning setiap tahunnya, biasanya paling banyak di daerah tropis. Saat ini, vaksinasi adalah tindakan pencegahan paling penting terhadap demam kuning.

10. Flu Spanyol
Antara tahun 1918 dan 1919, flu Spanyol telah membunuh 20 hingga 40 juta orang. Ini benar-benar bencana global. Flu mematikan ini menyerang orang usia 20 sampai 40 tahun, dan menginfeksi 28 persen penduduk Amerika.

Gejala flu Spanyol lebih parah daripada flu musiman biasanya. Pasien akan menggigil dan mengalami kelelahan ekstrim, serta terdapat cairan di paru-parunya. Wajah pasien terlihat coklat dan ungu, dan kakinya akan menjadi hitam.